Salam Pembuka

Assalamu'alaikum...
selamat datang di Blog ini, semoga apa yang saya tulis disini dapat bermanfaat dan dapat dinikmati oleh banyak orang ya...'
:D

Selasa, 28 Oktober 2014

Tanah Airku Tercinta Bobrok Sudah....!

Ini hanyalah sebuah pendapat seorang awam . . .
Pendapat seorang yang mencintai tanah airnya, pendapat seorang yang lahir di tanah ini, besar di tanah ini, pendapat seorang yang menghormati bendera pusakanya...

Ini berawal di sebuah pagi yang cerah #alah, saat itu aku baru sampai di ruangan koas yang sudah terisi oleh beberapa teman-temanku, sesampainya aku di ruangan ternyata meraka sedang membahas mengenai politik di indonesiaku tercinta ini, lebih tepatnya tentang seorang mentri yang diangkat oleh Bapak Presiden dan wakil Presiden teripilih, yaa yang dibicarakan disini adalah latar belakang beliau yang tidak lulus SMA, ya dengan kata lain lulusan SMP...

Tentu aja dalam hal ini akan banyak orang yang berpendapat, ada yang setuju ada yang tidak, ada yang mendukung ada yang tidak, atau mungkin ada yang sudah tidak perduli lagi, tapi kalaupun begitu apakah bisa merubah keadaan? tidak aku rasa.."Tanah Airku Tercinta Bobrok Sudah..."

Bagaimana aku tidak mengatakan hal itu, sudah terlalu banyak hal yang tidak dapat di tolerir lagi di tanahku ini, ntah dari mana yang salah, mungkin pemimpinnya, mungkin juga antek-anteknya, atau mungkin pola pikir dari orang-orangnya yang sudah bersalahan, wataknya yang keras yang akhirnya menghancurkan segalanya, yaaa entahlah siapa yang harus dipersalahkan dalam hal ini, yang dibawah minta keadilan tapi bahkan mereka tidak pernah berlaku adil pada orang - orang yang bekerja di atasnya, yaa kalian tau sendiri motto orang indonesia kebanyakan "peraturan ada untuk dilanggar" kalimat yang tidak asing lagi bukan, ya itu jugalah yang kebanyakan dilakukan oleh orang2 yang merasa dirinya dibawah ini, selalu merasa tertindas, selalu merasa dirugikan, tapi bahkan ketika diberikan sebuah peraturan meraka dengan mudahnya mengabaikannya...
begitu juga dengan yang di atas, sering tidak sadar meraka sedang mengurus berjuta umat,berjuta kepala, mengurus negara, yang mereka ingat hanyalah bagaimana cara mengisi perut mereka saja, bagaimana menyekolahkan anak - anak mereka saja, bagaimana membahagiakan keluarga mereka sampai 7 turunan saja, bahkan banyak dari mereka bahkan tidak mengerti rasa kelaparan, tidak mengerti  perasaan anak - anak yang ingin sekolah tapi tidak bisa itu, tidak mengerti pentingnya menanamkan pendidikan yang layak bagi anak - anak indonesia ini, mereka tidak sadar begitu banyak bibit berbakat di diri generasi muda kita yang mampu menjayakan Indonesia ini jika saja mereka mau perduli, sedikit saja perduli... yaaa.. ini salah satu bukti nyata bobroknya tanah airku, indonesiaku tercinta bobrok sudah...

Kenapa aku harus menjabarkan semua itu? yaa karna itu adalah dasar dari semua kesalah - kesalahan yang terjadi saat ini, kesalahan - kesalahan yang terlihat semakin salah saja #menurutku ya, tidak ada rencana memperbaiki tapi hanya memperburuk keadaan #menurutku ya, kesalahan dari sebuah pola pikir yang salah yang tertanam sudah pada diri rakyat ini, yang mungkin akan menanamkannya lagi pada generasi muda tanah ini...

Coba kembali ke masalah mentri yang bahkan tidak lulus SMA itu, beliau berbakat benar, beliau profesional benar, beliau baik benar, apa yang kurang? hanya karna beliau tidak lulus SMA benar kan.. lalu apa yang salah dengan hal itu? toh dia mampu bekerja profesional #katanya...
Tapi tidakkah mereka berfikir atas keputusan itu? bagaimana mental generasi muda yang akan melihatnya? tidakkah mereka berfikir akan apa yang mereka tanamkan pada diri generasi - generasi muda tanah ini? akan banyak anak - anak yang akan menghentikan langkahnya di jenjang pendidikan, mungkin yang miskin pun yang bersusah payah untuk sekolah lalu menghentikan langkahnya menempuh pendidikan hanya karna hal itu, tidakkah kalian pikirkan wahai para pemimpin?? #TanahAirkuBobrokSudah
Aku sadar di tanahku ini sudah tidak ada lagi yang namanya kejujuran, aku sadar bahkan mungkin yg memiliki titel selangit ini pun tidak murni dari otaknya sendiri, tapi tidakkah kalian bisa memperbaikinya para pemimpin? kalian hanya semakin menghancurkan mental para pemuda tanah ini #menurutku ya..
yaa, ini hanyalah sedikit dari apa yang terlihat atas bobroknya tanah airku ini, tapi apalah yang bisa kita lakukan kini? mendukung? ya mungkin generasi muda yang masih memiliki hati nurani setidaknya dapat memilah apa yang layak didukung dan apa yang layak di tentang.

Baiklah ini hanyalah pendapat dari seorang awam yang mencintai tanah ini, seperti yang sudah saya katakan tadi pastilah banyak pendapat mengenai hal ini, mungkin saya salah dalam menilai, tapi ini adalah sudut pandang saya, setiap orng berhak bicara bukan, dan ini adalah apa yang menurut saya benar, mungkin cukup sampai disinilah cuap2nya ya,... hanyalah curhatan dari seorang pemudi awam di sela - sela waktu di koas KULKEL... hehehehe :D
#eaaaksss

FS

Sabtu, 25 Oktober 2014

Ada Indah di Setiap PINDAH....!!!

" Waktu adalah hal yang bisa menyapu dan mengantar segalanya. Baik kenangan ataupun perasaan. Baik hal-hal buruk maupun hal-hal baik. Baik awal maupun kesudahan. Hanya saja, tak banyak manusia manusia yang mau merelakan sedikit detik lebih lama untuk berproses, untuk berani melangkahi sesuatu yang teramat dicintai. Untuk berpindah dari satu pijakan ke pijakan lain yang terasa begitu asing - tapi sesungguhnya adalah rumah yang seharusnya. Karena dalam hidup ini, manusia selalu butuh berpindah. Pindah dari hal - hal yang salah, pindah dari perasaan - perasaan yang keliru. Namun, untuk melakukannya diperlukan keteguhan, dan manusia terlalu tidak sabaran menjalaninya; terlalu tidak berani memilihnya"

Sebuah kutipan menarik dari buku yang berjudul "PINDAH"....!  !  !
Mungkin aku adalah salah satu manusia yang kebanyakan itu, kebanyakan manusia yang nyaris tidak dapat pindah dan menikmati proses dari pindah itu sendiri di beberapa kondisi tertentu. Rasa sulit beranjak dari posisi yang nyaman menuju ketidak nyamanan yang baru. 

Aku pernah membangun sebuah benteng pertahanan yang aku bangun dari hasil pemikiranku, dan aku membangunnya sejak awal sebuah pertemuan. Saat itu aku sadar mungkin benteng yang aku bangun bisa saja retak dan hancur atau mungkin lenyap, tapi aku yakinkan lagi pikiranku bentengku cukup tangguh..ya... Waktu memang mengantarkan segalanya, berulang kali bentengku nyaris retak dan aku selalu berhasil memperbaikinya, dan selama itu semua tetap berjalan dengan lancar. ada hal yang aku yakini di sini, ketika bentengku runtuh akan sulit untukku untuk kembali membangunnya ulang dari awal, dan itu adalah hal paling aku takutkan dan aku hindari sebenarnya. 

Tuhan memang selalu memiliki rencana yang indah bukan....
selalu ada rencana indah, mungkin saat itu Tuhan sedang menguji kekuatan benteng yang aku bangun itu, atau mungkin Ia sengaja ingin meruntuhkannya, entahlah, apapun itu kuyakinkan itu hal terindah dariNya, dan benar saja aku lengah dan bentengkupun mulai runtuh perlahan terbawa oleh arus waktu, ntah siapa yang harus aku persalahkan dalam hal ini, mungkin diriku sendiri, atau bahkan mungkin tidak ada yang perlu aku persalahkan. Dan akupun mulai terbawa arus waktu sehingga aku sendiri melewati batas benteng yang aku bangun. Setiap saat aku selalu tersadar bahwa aku telah melawatinya dan aku sadar ini sudah mulai tidak benar dan ini sudah mulai salah, tapi waktu terus membuaikan aku, sehingga aku merasa di posisi yang paling menyenangkan, sulit sekali rasanya untuk kembali mundur ketempat semula. Mungkin disinlah titik kegagalanku... aku terbuai di sebuah kenikmatan rasa bahagia, terlalu merasa nyaman dengan apa yang aku rasa sampai - sampai aku sendiri mengingkari kesalahanku, enggan untuk pindah meninggalkan sebuah kenyamanan ini. yah sudah menjadi sifat manusia bukan, selalu mencari kenyamanan bagi dirinya sendiri..

Kini bentengku tidak lagi sempurna, pondasinyapun sudah tidak kokoh. Tapi sebuah tamparan menyadarkanku, aku harus kembali.... 


Jumat, 24 Oktober 2014

HUJAN....

HUJAN... apa ya yang mau kita ceritakan tentang hujan ini...
terlalu bnyakk cerita tentang hujan itu jadi bingung.. hahaha
HUJAN rasanya saat berada d tengah - tengah turunnya hujan seperti berada dalam sebuah dimensi waktu, saat - saat aku sedang kembali ke masa lalu, menyaksikan semua dalam setiap kedipan mataku..

Aku memang seorang yang amat menyukai turunnya hujan, karna hujan selalu memberiku ketenangan terutama disaat - saat aq memang butuh ketenangan, karna hujan selalu mengingatkan ku akan kebesaran Allah SWT, mengingatkanku bahwa aku tak pernah sendiri, dan slalu mengingatkan ku akan kenangan...

Salah seorang temanku pernah berkata, setiap dari hembusan nafasku akan mengukir sebuah cerita di atas tumpukan kertas yang nntinya akan menjadi buku yang tersusun rapi di rak-rak memori ingatanku, sehingga ketika ada hal yang tidak menyenangkan terjadi aku tak akan bisa melupakannya tapi hanya menjadikannya kenangan saja, karna saat aku berusaha untuk mnghilangkannya dari memori ingatanku maka sama dengan aku mengambil 1 buku dari rakku dan membuangnya dan itu akan mmbuat susunan bukuku menjadi tidak sempurna...

Dan akhirnya aku bisa menikmati semua kenangan itu saat hujan turun, seakan menjadi media yang membawakan setiap buku n membukakan halamannya untukku...

Setiap tetesan yang jatuh k tubuhku membuatku kembali ke masa lalu, masa - masa yang aku lewati sudah cukup lama, masa kecilku, masa sekolah, masa yang menyenangkan, masa yang menyakitkan juga, masa remaja, ya semua laah, kenangan di setiap zaman.. :))

ya aku seseorng pecinta turunnya hujan...